Sebelum pensiun, ia memperingatkan anak magang agar tidak merusak mesin. Ia abaikan, mesin rusak. Setelah pensiun, ia dipekerjakan grup, memperbaiki mesin, mendapat kepercayaan. Pabrik bangkrut. Ia kembali sebagai pemegang saham, membangkitkan kembali pabrik dan menikmati pensiun gemilang.